Senin, 02 Januari 2017

MENGOMENTARI ESAI DARI PRANANING MEISYA MAYADAH
(Esai drama Jaka Tarub dan Monolog Balada Sumarah)
Saya setuju dengan esai yang ditulis oleh prananing meisya mayadah karena tentang alur yang ada dicerita jaka tarub dan monolog balada sumarah namun saya kurang setuju tentang kurang lengkap nya cerita jaka tarub dikarenakan cerita dalam alamat blog https://id.m.wikipedia.org/wiki/Legenda_Jaka_Tarub yang dilihat oleh prananing meisya mayadah yang mengatakan bahwa ada cerita yang terlewatkan yang seharusnya ada dipenampilan drama tersebut, karena menurut saya jika cerita benar benar di pertunjukan sesuai dengan isi cerita maka akan memakan banyak waktu sedangkan setelah cerita jaka tarub masih ada ceriita lain yaitu Monolog Balada Sumarah yang harus mereka saksikan dan juga saya tidak setuju mengenai apa yang dikatakan prananing mengenai pembandingan drama yang ditampilkan anak gema UPGRIS dengan alamat blog https://id.m.wikipedia.org/wiki/Legenda_Jaka_Tarub mengenai akhir cerita yang sebenarnya karena jika cerita selesai sampai nawang wulan menikah akan terasa aneh untuk penonton. Saya setuju dengan pernyataan prananing meisya mayadah mengenai make up yang dipakai oleh pemain pria yang memerankan jaka tarub, karena ketika lampu menyala make up terlihat terlalu berlebihan tidak natural padahal dicerita jaka tarub adalah pria desa yang tinggal dekat dengan sungai. Saya juga suka dengan penampilan dagelan yang berguna untuk memberi kesan waktu yang sudah lama berlalu sehingga penonton tidak bingung dengan jalan cerita yang dipertunjukkan oleh gema teater UPGRIS. Mengenai Monolog Balada Sumarah saya sependapat dengan prananing dalam penampilan ini permain memerankan sumarah sangat baik sehingga penonton dapat merasakan apa yang dirasakan oleh Sumarah selama ini dan ekspresi pemain dalam peran sumarah sangatlah memukau penonton, dia bisa memerankan beberapa karakter orang yang didalam cerita tersebut.
 Dalam esai yang ditulis oelh prananing meisya mayadah seharusnya menuliskan tentang makna juga dalam cerita yang dapat diambil oleh penonton dalam setiap cerita, karena dalam cerita satu dengan cerita lain mengandung makna kehidupan yang berbeda. Dengan adanya tulisan mengenai makna yang dapat penonton petik akan membuat pembaca membayangkan bahwa pertunjukan yang dilakukan oleh Gema Teater UPGRIS sangat menarik dan bermanfaat terutama bagi generasi bangsa. Akhir penulisan esai prananing hanya menjelaskan penting nya pertunjukkan dan manfaat adanya pertunjukkan. Saya hanya menambahkan dalam cerita Jaka Tarub menurut saya dalam cerita yang di tampilkan dalam cerita tersebut bagus, karena pemain didalam nya sangat luwes dalam memerankan perannya. Seharusnya pertunjukan ini dilakukan tidak hanya di sebuah kampus namun juga disebuah lembaga pendidikan agar generasi saat ini dan selanjutnya akan mengenal cerita rakyat yang tidak kalah menariknya dengan sinetron yang sekarang ini lebih di sukai oleh kalangan anak kecil sampai kalangan remaja. Seharusnya juga dalam stasiun televisi memperbanyak mengeluarkan film yang dapat mengangkat cerita rakyat karena dengan seperti itu penyebaran atau mengenalan mengenai cerita rakyat sangat lebih cepat dibandingkan dengan yang lain, karena anak zaman sekarang lebih menyukai televisi dibandingkan siaran lain seperti radio.
Sebenarnya anak akan menyukai cerita rakyat jika sudah terbiasa menonton, buktinya anak kecil akan lebih suka mendengar dongeng yang di cerikan oleh ibu nya yang biasanya kategori cerita rakyat namun ketika mereka sudah mulai beranjak remaja mereka melupakan cerita tersebut karena mereka mulai menyukai apa yang mereka tonton bukan apa yang mereka dengar seperti masa anak-anak dulu, namun akan berbeda jika sejak kecil mendengarkan dongen atau cerita rakyat setelah beranjak remaja di suguhi tontonan yang mengandung cerita rakyat maka anak akan selalu mengingat dan pada akhirnya cerita rakyat tidak akan pernah dilupakan oleh anak bangsa bahkan bisa jadi mereka akan meneruskan ke generasi berikutnya.
Saya setuju dengan esai prananing meisya mayadah yang mengatakan bahwa “Jadi dengan adanya pementasan tersebut mengingatkan kembali adanya sejarah yang sangat terkenal di Negara ini. Sebagai masyarakat Indonesia khususnya masyarakat sekitar harus lebih memperkenalkan lagi cerita-cerita legenda di sekitarnya. Supaya kelak generasi penerus tetap mengetahui legenda-legenda di sekitarnya.” Karena dapat dibayangkan jika cerita rakyat tidak di lestarikan sekarang juga maka 10 tahun yang akan datang cerita rakyat akan hilang tanpa bekas karena di zaman sekarang pun anak banyak tidak mengetahui apa saja cerita rakyat yang ada di Negara ini, itu semua membuktikan bahwa sebuah perubahan akan membuat cerita yang berharga akan tergeser oleh sebuah karangan semata yang tidak pasti kebenaran nya dan hanya dikarang oleh seseorang hanya untuk kepentingan sendiri.
Dalam dunia perfilman mereka akan mengikuti pasar untuk kepentingan mereka sendiri padahal jika cerita rakyat di pertunjukkan dalam dunia film akan lebh besar pengaruhnya karena dapat dilihat oleh semua orang di dunia ini, tidak harus diperankan seseorang saja bahkan dapat di jadikan tontonan anak anak atau biasa kita sebut kartun dalam menceritakan cerita rakyat. Tapi sayang nya sekarang kartun jarang di tayangkan hanya ada beberapa itu pun bukan termasuk cerita rakyat. Sangat disayangkan jika sebuah cerita rakyat yang diwariskan dari nenek moyang kita hilang ditelan oleh zaman tanpa ada penerusnya.
 Sungguh kasian untuk generasi berikutnya yang tak bisa menikmati sebuah cerita rakyat di daerah nya maupun Negara ini. Sesungguhnya ini adalah warisan turun temurun yang seharusnya di jaga dan di lestarikan hingga ke generasi selanjutnya karena dalam cerita rakyat ini banyak sekali yang menarik dan banyak member manfaat bagi penonton nya. Cerita rakyat pun dapat dikembangkan menjadi objek wisata yang dapat dikunjungi oleh siapapun baik untuk warga dalam Negeri maupun Mancanegara yang dapat membuat Negara ini dikenal bukan hanya budaya nya namun juga karena cerita rakyat yang tidak pernah hilang ditelan zaman yang selalu berkembang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar