Senin, 02 Januari 2017



BALASAN SURAT UNTUK DOSEN

 Selamat malam juga pak, kabar saya baik saja, meskipun agak remuk badan karena harus tertidur pukul 1 hanya untuk sebuah tugas yang dosen berikan, entah dibaca atau hanya untuk pajangan saja akhirnya. Namun tetap saja saya mencoba mengerjakan tugas bukan karena saya terlalu sayang karena menuruti semua keinginan dosen tapi karena nilai ditangan dosen hahahah, ibarat nyawa ku ada di tangan dosen sekali membangka bisa lewat hahahha.
Saya bukan tidak bahagia namun belum ada yang membuat bahagia karena banyak orang yang memberi harapan bahagia sesaat kaya iklan saja Cuma numpang lewat hahaha.  Saya membaca surat bapak sambil bbman dengan gebetan yang tak kunjung mengucapkan cinta, hahah miris sih klo di fikir tapi bagaimana lagi namanya juga cewek selalu menunggu padahal menunggu hal paling tidak menyenangkan, namun dengan membaca surat bapa saya bisa ketawa lepas karena lumayan menghibur dengan kata kata yang agak sedikit lucu, sebenarnya bukan saya tak ingin mngeluarkan ide apapun dalam fikiran ini namun saya sendiri terkadang bngung bagaimana caranya mengeluarkan sebuah ide dari dalam otak saya yang tak tahu bentuk nya seperti apa yang membuat orang lain bisa mengumpulkan pundi pundi uang hanya dengan  otak. Saya terkadang bingung ketika mendapat tugas dari bapak yang terkadang membuat otak saya  rasanya mengeluarkan asap seperti  cerobong kereta api yang hendak jalan. Tapi entah kenapa  setiap waktu pengumpulan tugas tinggal beberapa jam tiba tiba ada aja ide yang keluar, mungkn efek panik atau ini yang dinamakan hidayah dari yang maha kuasa. Saya bingung sebenarnya mau balas apa surat bapak, karena pada intinya surat bapak ga ada intinya, malah lebih ke curahan hati. Oh iya pak saya bingung apa pesawat sekarang pindah ke poncol ? ko bapak naik pesawat dari ponjol dan juga berhenti di pasar senin  begitu lama nya waktu yang harus bapak lewati kalau naik jet pribadi bisa muterin gedung pusat  100 x ya pak. Heheh.
                Ngomong-ngomong nih saya balas surat bapak dengan sedikit berfikir keras karena saya sendiri tidak tahu harus balas apa dan membahas apa, akhirnya saya ketik sesuai apa kata hati ini yang selama ini agak kosong karena ditinggal oleh pemilik nya hahahhaha  ( kenapa agak curcol ya). Sumpah ya pak saya bener bener bingung harus balas apa agar tulisan ini penuh sesuai keinginan bapak. Haruskah saya isi dengan curhatan saya pak? Tapi saya tidak suka curhat dengan sembarangan orang pak lagi pula apa yang mau aku curhatin haha. Dengan berat saya menggerak tangan saya ke tombol leptop dan menulis apa yang ingin aku tulis agar cepat selesai dan saya bisa leyeh-leyeh di kasur yang empuk melebihi adonan roti yang sudah di simpen di kulkas selama tujuh hari hahah.
                Saya fikir bapa membaca balasan surat ini dengan ekspresi yang menandakan bapak ingin menyobek nyobek surat ini karena isinya benar benar tidak penting sekali. Namun karena ini belum selesai maka bapa terpaksa harus melanjutkan membaca meskipun sesungguhnya bapak sangatlah ingin menjauhkan mata dari tulisan saya yang begitu agak membosankan. Saya ingin memberitahukan bahwa saya benar-benar bingung memikirkan kata apa yang harus saya tulis… jujur saja saya sudah tidak bisa memikirkan apa yang harus saya tulis namun melihat satu lembar saja belum selesai maa dengan terpaksa saya harus berfikir sampai benar-benar otak saya NGEBULL.
                Untuk pertanyaan bapak yang berapa kali saya membaca, saya lebih suka membaca novel pak, sudah beberapa novel saya baca contohnya : novel dwitasari berjudul  Cinta Terbaik, sophie maya berjudul Cinta Hitam Putih dan masih banyak yang say abaca namun saya lupa judulnya. Kenapa saya lebih suka novel karena jujur saja saya suka membayangkan cerita novel yang akhirnya selalu happy ending, meskipun tidak selalu happy ending sih. Saya benar benar bingun untuk membalas surat bapak, mungkin dalam benak, bapak ingin sekali membakar surat ini Karena isi dalam surat ini sangat sangat tidak jelas ( ora ceto banget) karena saya memang tidak tahu lagi bagaimana saya harus menulis balasan surat bapak ini agar bisa terselesaikan dengan baik. Saya sadar bahwa isi surat ini benar benar membuat yang membuat bapak ingin sekali guling guling mungkin, atau bahkan mungkin bapa setelah membaca balasan surat saya ingin menelan sebuah gelas karena surat ny benar-benar membuat bapak greget karena memang surat nya tidak ada artinya apa apa. Saat menulis surat ini saya sedang memakan sebuah cemilan agar tidak mumet karena harus berfikir keras untuk membalas surat bapak ini yang sedikit membuat saya ketawa keras di kamar kos, hingga saya di kira gila karena tertawa sendiri. Saat membaca surat bapak sekitar pukul 00:00 yang membuat sebelah kamar saya agak sedikit kaget dan mengira saya benar benar gila karena tertawa. Bapak tahu saat komting memberikan informasi tentang tugas yang bapak berikan saya hanya bisa ngelus batuk (jidat), karena saya berharap batuk saya ga melebar karena sering berfikir keras tentang 5000 karakter yang bapak tugas kan, meskipun selalu berhasil dalam mengerjakan tetap saja pak saya terkadang was was dngan batuk saya yang agak sedikit melebar hahahahahahh.



BEDAH BUKU DALAM 3 BUKU 3 KRITIKUS DAN 1 PENGARANG
 
Universitas PGRI Semarang mengadakan Bedah buku ( UPGRIS BERSASTRA)  tanggal 18 oktober 2016 di balairung. Dalam bedah buku ini Universitas PGRI mengundang tiga kritikus yang, awal pertunjukan penonton di sambut oleh musik yang di nyanyikan oleh biscuittime band yang berasal dari universitas pgri, beberapa lagu di persembahkan untuk menyambut penonton yang memasuki balairung dan musik terakhir di persembahkan untuk Rektor Universitas PGRI saat memasuki balairung. Setelah musik selesai pertunjukan tarian yang di iringi lagu kiss the rain dengan tarian yang di lakukan oleh 1 penari. Dalam acara ini anak bahasa diwajibkan hadir untuk menyaksika pertunjukkan dalam menyambut bulan bahasa yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 oktober mendatang. Dalam bedah buku membahas karya yang dibuat oleh bapak Triyanto Triwikromo. Banyak ilmu yang di dapat dari bedah buku ini, karena dengan  diadakan nya bedah buku semua penonton mendapatkan ilmu tentang sastra yang mungkin akan susah di pahami jika hanya membaca saja. Semua penonton antusias dalam mendengar dari bapak Triyanto Triwikromo yaitu pengarang dari buku itu sendiri itu sendiri, dalam acara bedah ini berharap semua penonton yang mungkin merasa ingin terjun dalam dunia yang  di geluti sang pengarang maka akan menjadi lebih paham. Bagi fakultas pendidikan bahasa dan sastra (FPBS) semua perkuliahan hari itu di alihkan ke balairung tempat dimana bedah buku akan dilaksanakan, ini semua dilakukan untuk menambah wawasan FPBS agar semakin kreatif. Dalam acara ini pun banyak pertunjukan yang membuat semua penonton tercenggang dibuatnya, contohnya ketika acara bedah buku akan dibuka oleh Rektor  Universitas PGRI, bapak muhdi memberi sambutan kepada pengarang begitu hangat, bahkan beliau menunjukkan keahlian nya dalam bermusik dan bernyanyi ditengah tengah penoton, sontak semua penontok teriak menganggumi rektor yang tak disangka pandai dalam bermusik. Setelah acara dibuka oleh Rektor Universitas PGRI maka semua acara berlangsung kembali dengan hadirnya ketiga kritikus yang akan mengisi acara dalam bedah buku ini dan pembawa acaranya yaitu bapak  Harjito, dengan gaya khas beliau dapat membuat penonton tertawa karena kelucuan dalam berbicara. Dalam acara bedah buku ini kami dapat menyimpulkan bahwa dalam proses membuat sebuah karya sastra pasti menuai kritikan entah kritikan pedas ataupun kritikan yang bagus, bergantung bagaimana seseorang itu menilai. Dalam karya bapak Triyanto Triwikromo ini banyak menceritakan kisah nyata seperti menggambarkan sifat manusia dikehidupan nyata. Dalam acara ini bukan hanya dari universitas PGRI saja namun adapun penggemar dari bapak Triyanto Triwikromo yang memeriakan acara bedah buku ini. Acara seperti ini seharus nya tidak dilaksanakan hanya 1 tahun sekali namun sesering mungkin agar menumbuhkan rasa kreatif kepada mahasiswa khusus nya FPBS namun seharusnya pula tidak hanya diselenggarakan untuk anak bahasa saja melainkan untuk semua fakultas karena karya sastra tidak hanya di buat oleh anak bahasa namun juga semua orang dapat membuat sebuah karya sastra. Acara seperti ini seharusnya  sering di selenggarakan bukan hanya di kampus  namun juga di sekolah menengah pertama ataupun sekolah menengah keatas. Upgris bersastra sering dilakukan di Universitas PGRI, beberapa waktu  yang lalu Universitas PGRI menyelenggarakan UPGRIS BERSASTRA dengan temah Betah Puisi. Acara bedah buku membuat wawasan yang luas bagi penonton. Dalam bedah buku ini pengarang menjelaskan bahwa unsur binatang  yang terdapat dalam puisi yaitu menggambarkan sisi jahat dari manusia. Menurut pengarang semua manusia adalah binatang bertulang belakang.  Bapak Triyanto Triwikromo membutuhkan 30 tahun untuk menulis tanpa berhenti. Dalam acara bedah buku ini bapak Triyanto Triwikromo menangis terharu saat di depan para penonton. Pengarang menceritakan kisah awal mulai menulis hingga sekarang.  Menurut pengarang jalan kesustraan  bukanlah jalan yang mewah tapi jalan kesustraan dalam bahasa orang-orang hebat adalah dalam kesustraan kita semua sedang berlomba-lomba menjadi manusia. Dalam salah satu judul karya sastra yang dibuat oleh bapak Triyanto Triwikromo menjelaskan bahwa dalam diri manusia mempunyai sifat binatang, yang terkadang mereka tidak sadar. Empat karya satra yang di tulis beliau sudah di terjemahkan menggunakan bahasa  inggris. Beberapan karya yang tulis beliau sudah diterjemahkan ke bahasa swedia, perancis, belanda, dan jerman. Menurut pengarang kita semua yang tinggal dikampung bukan kampung yang membuat semua orang inverior dan bukan lah kampung yang  membuat orang orang di belahan dunia lain mengatakan Semarang tidak ada apa-apa.  Pengarang menjabarkan tiga hal yang akan di ucapkan dalam forum internasional . menurut beliau kehidupan penuh dengan pertikaian. Salah satu kritikus menceritakan kisah pengarang dimasa beliau belum sukses seperti sekarang. Dalam acara yang di selenggarakan oleh Universditar PGRI memiliki dampat yang positif bagi penonton, apalagi bagi siapapun yang ingin terjun di dunia sastra.
MENGOMENTARI ESAI DARI PRANANING MEISYA MAYADAH
(Esai drama Jaka Tarub dan Monolog Balada Sumarah)
Saya setuju dengan esai yang ditulis oleh prananing meisya mayadah karena tentang alur yang ada dicerita jaka tarub dan monolog balada sumarah namun saya kurang setuju tentang kurang lengkap nya cerita jaka tarub dikarenakan cerita dalam alamat blog https://id.m.wikipedia.org/wiki/Legenda_Jaka_Tarub yang dilihat oleh prananing meisya mayadah yang mengatakan bahwa ada cerita yang terlewatkan yang seharusnya ada dipenampilan drama tersebut, karena menurut saya jika cerita benar benar di pertunjukan sesuai dengan isi cerita maka akan memakan banyak waktu sedangkan setelah cerita jaka tarub masih ada ceriita lain yaitu Monolog Balada Sumarah yang harus mereka saksikan dan juga saya tidak setuju mengenai apa yang dikatakan prananing mengenai pembandingan drama yang ditampilkan anak gema UPGRIS dengan alamat blog https://id.m.wikipedia.org/wiki/Legenda_Jaka_Tarub mengenai akhir cerita yang sebenarnya karena jika cerita selesai sampai nawang wulan menikah akan terasa aneh untuk penonton. Saya setuju dengan pernyataan prananing meisya mayadah mengenai make up yang dipakai oleh pemain pria yang memerankan jaka tarub, karena ketika lampu menyala make up terlihat terlalu berlebihan tidak natural padahal dicerita jaka tarub adalah pria desa yang tinggal dekat dengan sungai. Saya juga suka dengan penampilan dagelan yang berguna untuk memberi kesan waktu yang sudah lama berlalu sehingga penonton tidak bingung dengan jalan cerita yang dipertunjukkan oleh gema teater UPGRIS. Mengenai Monolog Balada Sumarah saya sependapat dengan prananing dalam penampilan ini permain memerankan sumarah sangat baik sehingga penonton dapat merasakan apa yang dirasakan oleh Sumarah selama ini dan ekspresi pemain dalam peran sumarah sangatlah memukau penonton, dia bisa memerankan beberapa karakter orang yang didalam cerita tersebut.
 Dalam esai yang ditulis oelh prananing meisya mayadah seharusnya menuliskan tentang makna juga dalam cerita yang dapat diambil oleh penonton dalam setiap cerita, karena dalam cerita satu dengan cerita lain mengandung makna kehidupan yang berbeda. Dengan adanya tulisan mengenai makna yang dapat penonton petik akan membuat pembaca membayangkan bahwa pertunjukan yang dilakukan oleh Gema Teater UPGRIS sangat menarik dan bermanfaat terutama bagi generasi bangsa. Akhir penulisan esai prananing hanya menjelaskan penting nya pertunjukkan dan manfaat adanya pertunjukkan. Saya hanya menambahkan dalam cerita Jaka Tarub menurut saya dalam cerita yang di tampilkan dalam cerita tersebut bagus, karena pemain didalam nya sangat luwes dalam memerankan perannya. Seharusnya pertunjukan ini dilakukan tidak hanya di sebuah kampus namun juga disebuah lembaga pendidikan agar generasi saat ini dan selanjutnya akan mengenal cerita rakyat yang tidak kalah menariknya dengan sinetron yang sekarang ini lebih di sukai oleh kalangan anak kecil sampai kalangan remaja. Seharusnya juga dalam stasiun televisi memperbanyak mengeluarkan film yang dapat mengangkat cerita rakyat karena dengan seperti itu penyebaran atau mengenalan mengenai cerita rakyat sangat lebih cepat dibandingkan dengan yang lain, karena anak zaman sekarang lebih menyukai televisi dibandingkan siaran lain seperti radio.
Sebenarnya anak akan menyukai cerita rakyat jika sudah terbiasa menonton, buktinya anak kecil akan lebih suka mendengar dongeng yang di cerikan oleh ibu nya yang biasanya kategori cerita rakyat namun ketika mereka sudah mulai beranjak remaja mereka melupakan cerita tersebut karena mereka mulai menyukai apa yang mereka tonton bukan apa yang mereka dengar seperti masa anak-anak dulu, namun akan berbeda jika sejak kecil mendengarkan dongen atau cerita rakyat setelah beranjak remaja di suguhi tontonan yang mengandung cerita rakyat maka anak akan selalu mengingat dan pada akhirnya cerita rakyat tidak akan pernah dilupakan oleh anak bangsa bahkan bisa jadi mereka akan meneruskan ke generasi berikutnya.
Saya setuju dengan esai prananing meisya mayadah yang mengatakan bahwa “Jadi dengan adanya pementasan tersebut mengingatkan kembali adanya sejarah yang sangat terkenal di Negara ini. Sebagai masyarakat Indonesia khususnya masyarakat sekitar harus lebih memperkenalkan lagi cerita-cerita legenda di sekitarnya. Supaya kelak generasi penerus tetap mengetahui legenda-legenda di sekitarnya.” Karena dapat dibayangkan jika cerita rakyat tidak di lestarikan sekarang juga maka 10 tahun yang akan datang cerita rakyat akan hilang tanpa bekas karena di zaman sekarang pun anak banyak tidak mengetahui apa saja cerita rakyat yang ada di Negara ini, itu semua membuktikan bahwa sebuah perubahan akan membuat cerita yang berharga akan tergeser oleh sebuah karangan semata yang tidak pasti kebenaran nya dan hanya dikarang oleh seseorang hanya untuk kepentingan sendiri.
Dalam dunia perfilman mereka akan mengikuti pasar untuk kepentingan mereka sendiri padahal jika cerita rakyat di pertunjukkan dalam dunia film akan lebh besar pengaruhnya karena dapat dilihat oleh semua orang di dunia ini, tidak harus diperankan seseorang saja bahkan dapat di jadikan tontonan anak anak atau biasa kita sebut kartun dalam menceritakan cerita rakyat. Tapi sayang nya sekarang kartun jarang di tayangkan hanya ada beberapa itu pun bukan termasuk cerita rakyat. Sangat disayangkan jika sebuah cerita rakyat yang diwariskan dari nenek moyang kita hilang ditelan oleh zaman tanpa ada penerusnya.
 Sungguh kasian untuk generasi berikutnya yang tak bisa menikmati sebuah cerita rakyat di daerah nya maupun Negara ini. Sesungguhnya ini adalah warisan turun temurun yang seharusnya di jaga dan di lestarikan hingga ke generasi selanjutnya karena dalam cerita rakyat ini banyak sekali yang menarik dan banyak member manfaat bagi penonton nya. Cerita rakyat pun dapat dikembangkan menjadi objek wisata yang dapat dikunjungi oleh siapapun baik untuk warga dalam Negeri maupun Mancanegara yang dapat membuat Negara ini dikenal bukan hanya budaya nya namun juga karena cerita rakyat yang tidak pernah hilang ditelan zaman yang selalu berkembang.